Jumat, 14 Oktober 2011

Doel, Notebook Android Murah Seharga Rp1,1 Juta-an


Rabu, 12 Oktober 2011 12:39
Menyusul India yang telah membesut tablet murah, kini Bangladesh dikabarkan telah meluncurkan sebuah notebook super murah.
Tak tanggung-tanggung keberadaan notebook murah ini diumumkan oleh sang perdana menteri Bangladesh sendiri, Sheikh Hasina.
Notebook bernama Doel ini akan dibanderol sekitar £83 (Rp1,1 juta-an) untuk versi termurahnya. Ditilik dari harganya itu, Doel digadang-gadang sebagai notebook termurah di dunia.  
Doel dikembangkan di dalam negeri Bangladesh oleh perusahaan telekomunikasi Telephone Shilpa Sangstha (TSS). Selain versi termurah, ada tiga versi lanjutan yang bakal tersedia nantinya.
"Ini adalah langkah besar untuk membangun Bangladesh digital. Ketika orang-orang desa bisa mendapat notebook dengan harga lebih murah, mereka akan terkoneksi internet dan mendapat banyak manfaat," kata Mohammad Ismail, Managing Director TSS, seperti dikutip PULSAonline via BBC.
Awalnya, notebook tersebut akan didistribusikan untuk beberapa departemen pemerintahan di Bangladesh. Tapi kemudian notebook tersebut akan diluncurkan untuk publik serta puluhan juta pelajar di negara itu.
Untuk versi termurah akan ditenagai oleh prosesor buatan Via dan menjalankan sistem operasi Android dengan layar berukuran 10 inchi.
Versi mahalnya akan hadir dengan menjalankan OS Linux dan bakal disematkan chip prosesor Intel Pentium dengan layar 14 inchi WXGA LED backlit.
Sementara untuk versi menengah, atau versi di antara kedua versi murah dan mahal, nantinya bakal hadir dengan prosesor Intel Atom dan menjalankan sistem operasi Linux.
Notebook tersebut kini sedang dalam tahap produksi oleh Telephone Shilpa Sangstha, sebagai bagian dari proyek senilai £15,6 juta. Pemerintah Bangladesh membesut notebook murah itu untuk mendukung program Digital Bangladesh dengan tujuan membuat seluruh negeri terkoneksi secara digital tahun 2021.
Saat ini, baru 10% komponen notebook tersebut buatan dalam negeri, pemerintah Bangladesh berharap komponen dalam negerinya dapat mencapai 60% dalam waktu enam bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar